Widget edited by Blog Mas Hanif

Teks Berjalan

...< TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGUN ANDA, SEMOGA ADA KEBERKAHAN DARI BACAAN INI...AAMIIN ALLAHUMMA AAMIIN ...>

24 Mar 2013

Mengapa banyak Muslim Miskin? Tengoklah Caranya dan Lihatlah Kekayaan Sahabat Rasulullah saw.



Sangat banyak muslim yang miskin dan tidak minat menjadi kaya. 
Mengapa..?
Jangan-jangan salah dalam cara berpikir dan tak mau bertindak atau ikhtiar..

BERPIKIR DAN BERIKHTIAR UNTUK MENJADI KAYA

Banyak hal yang mempengaruhi seseorang sehingga dia bisa menjadi kaya ataupun miskin. Dari cara berpikir sampai cara bertindak sangat mempengaruhi seseorang akan menjadi kaya atau miskin. Berikut ini, merupakan cara berpikir dan bertindak orang kaya vs orang miskin dan menengah 
  1. Orang kaya membuat nilai tambah. Orang Miskin tidak membuat / sedikit nilai tambah.
  2. Orang kaya mempunyai faktor kali. Orang miskin tidak punya faktor kali.
  3. Orang kaya memastikan orang lain WIN baru dia WIN. Orang miskin sebaliknya.
  4. Orang kaya penuh daya upaya. Orang miskin penuh alasan.
  5. Orang kaya bertanggung jawab terhadap hidupnya. Orang miskin menyalahkan situasi, lingkungan, orang lain dan nasib.
  6. Orang kaya bermain dengan uang untuk menang. Orang miskin bermain dengan uang untuk tidak kalah.
  7. Orang kaya berkomitmen untuk menjadi kaya. Orang miskin ingin menjadi kaya.
  8. Orang kaya berpikir besar. Orang miskin berpikir kecil.
  9. Orang kaya fokus pada kesempatan. Orang miskin fokus pada hambatan.
  10. Orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses lainnya. Orang miskin iri pada orang kaya dan sukses lainnya.
  11. Orang kaya bergaul dengan orang positif dan sukses. Orang miskin bergaul dengan orang negatif dan tidak sukses.
  12. Orang kaya bersedia untuk mempromosikan diri mereka dan nilai-nilai mereka. Orang miskin berpikir negatif tentang penjualan dan promosi.
  13. Orang kaya lebih besar daripada masalah mereka. Orang miskin lebih kecil dari masalah mereka.
  14. Orang kaya adalah penerima yang luar biasa. Orang miskin adalah penerima yang buruk.
  15. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil. Orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu.
  16. Orang kaya berpikir "Dua-duanya". Orang miskin berpikir "salah satu/atau"
  17. Orang kaya fokus pada Wealth Style (Massive & pasif income) mereka. Orang miskin fokus pada Life Style (gaya hidup) mereka.
  18. Orang kaya memanage uang mereka dengan baik. Orang miskin tidak memanage uang mereka dengan baik.
  19. Orang kaya membuat uang bekerja keras untuk mereka. Orang miskin membuat diri mereka bekerja keras untung uang.
  20. Orang kaya bertindak melawan ketakutan mereka. Orang miskin membiarkan ketakutan menghentikan mereka.
  21. Orang kaya terus menerus belajar dan bertumbuh. Orang miskin berpikir mereka sudah tahu.
Semoga dengan adanya cara berpikir dan bertindak seperti orang kaya, tidak membuat kita tersinggung, tapi kiranya hal ini bisa membuat kita semakin tertantang untuk menghilangkan sifat-sifat kita yang buruk sehingga kita bisa sukses. Aamiin..


KEKAYAAN PARA SAHABAT NABI SAW

Silahkan kita pelajari hikayat para sahabat. Dibawah ini beberapa bukti yang diceritakan dalam kitab-kitab terdahulu mengenai kekayaan para sahabat Rasulullah saw dan mari kita hitung berapa perkiraan harga saat ini bila kekayaan tersebut kita memilikinya.


1. Kekayaan Umar bin Khattab ra
  • Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp 11,2 Triliun)
  • Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun atau 233 Miliar/bulan.
  • Simpanan = hutang dalam bentuk cash
2. Kekayaan Utsman bin `Affan ra
  • Simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham
  • Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar
  • Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M)
3. Kekayaan Zubair bin Awwam ra
  •  50 ribu dinar
  • 1000 ekor kuda perang
  • 1000 orang budak
4. Kekayaan Amr bin Al-Ash ra
  • 300 ribu dinar
5. Kekayaan Abdurrahman bin Auf ra 
  • Melebihi seluruh kekayaan sahabat!!
  • Dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf berinfaq sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar)
Catatan lainnya: 
Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup berkecukupan

1. Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas),
  • Mu’adz bin Jabal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Amwal, hal 596)
  • Mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau +/- 18 juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006)
2. Pada masa Umar bin Abdul Azis ra (3 tahun bertugas)
  • Yahya bin Sa’id (petugas zakat) berkata, “Ketika hendak membagikan zakat, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Azis telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan.” (Ibnu Abdil Hakam, siroh Umar bin Abdul Azis,hal 59)
  • Surat Gubernur Bashrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al-Amwal, hal 256)
sumber: http://zilzaal.blogspot.com

Tidak ada komentar: