Widget edited by Blog Mas Hanif

Teks Berjalan

...< TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGUN ANDA, SEMOGA ADA KEBERKAHAN DARI BACAAN INI...AAMIIN ALLAHUMMA AAMIIN ...>
Tampilkan postingan dengan label Fakta Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

22 Apr 2013

AL-ZILZAL , Belajarlah dari Ayat ALLAH tentang "Gempa"

by: Radea
Gempa Bumi


Mari sahabatku kita bersiaga penuh dengan teguhkan kembali keyakinan kita, bahwa tidak ada makhluq yang kuasa, hanyalah Allah yang kuasa. Tiada penolong dari makhluq sekaliber apa pun dia, apa itu dari pemimpin dunia hebat yang digjayanya sekelas Fir'aun atau pun gemilang hartanya sekelas Qorun laknatullah alaih.. Semua pasti berakhir dengan kehancuran dan kebinasaan..! Kematiannya penuh ratapan dan itu semua diabadikan jelas, tertulis dalam firman Tuhan..Allah Ta'ala lewat Al-Qur'an..

Saat ini patut kita cermati bahwa frekwensi gempa bumi dimana-mana terus meningkat, tiap jam bahkan tiap menit. Dari berbagai belahan bumi diberitakan anak-anak manusia bergelimpangan dan terkubur oleh dunianya sendiri. Hal ini memberi tanda bahwa Allah tengah memberikan peringatan agar manusia tidak terlena dengan keangkuhannya.

Kenapa bumi GEMPA (berguncang)..? 
Ingatlah Allah SWT telah mengingatkan lewat SURAH AL-ZILZAL “GEMPA”

بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Surah ini melukiskan aspek permulaan dari akhir zaman. Alquran memberikan gambaran tentang bagaimana penciptaan dimulai, bagaimana ia akan berakhir, dan bagaimana penciptaan berikutnya akan terjadi. Di sini kita diberi sebuah model tentang kapan penciptaan mencapai kesempumaannya dan berhenti, yang menandai permulaan dari siklus berikutnya di mana alam semesta akan runtuh. Model ini dapat kita pahami melalui bahasa yang menarik bagi kejasmaniahan dan humanitas dasar kita.

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
1. Tatkala bumi berguncang dengan guncangan yang dahsyat,

Di sini kita diberikan suatu gambaran yang gamblang tentang guncangan bumi, tentang gonjang-ganjingnya. Ini akan menjadi akhir dari kerasnya bumi dan kekokohannya yang nyata, seperti kembali ke saat ketika bumi berupa zat cair, sebelum gunung-gunung muncul di atas logam cair dari inti bumi. Proses awal akan membalik.

'Tatkala bumi berguncang' menunjukkan bahwa peristiwa ini akan terjadi. Jika dulu kita dapat membayangkan Lembaran yang memuat keseluruhan rentang waktu penciptaan dalam diri kita, kita akan melihat peristiwa yang termuat di dalamnya dan akan dapat menghentikan jalannya waktu di dalam diri kita. Inilah yang terjadi pada Nabi pada Laylat al-Qadr tatkala Alquran ditumnkan kepadanya dan seluruh pengetahuan dibukakan kepadanya. Beliau ingin sekali membawakan seluruh pesan sekaligus, tapi turun ayat yang mengatakan, 'Jangan tergesa-gesa, semuanya akan terbentang.' Beliau ingin menanamkan pengetahuan bahwa yang kita anggap padat dan kokoh, yakni, semua eksistensi material, adalah bersifat terbatas.

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
2. Dan bumi mengeluarkan bebannya,

Atsqal (jamak dari tsiql) berarti 'beban, berat'. Kita menganggap bumi itu padat dan berat, tapi ayat ini memberitahu kita bahwa akan terjadi peristiwa di mana bumi akan mulai pecah berantakan. Kata atsqalaha dapat juga berlaku pada orang yang memikul beban berat. Secara khusus, ayat ini berkenaan dengan akhir penciptaan fisik dan pecahnya dunia. Tubuh manusia juga merupakan sebuah kiasan dunia: beban berat batin kita juga akan dibongkar dan dikeluarkan setelah kematian.

وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا
3. Dan manusia berkata: 'Apa yang telah terjadi padanya (dunia')?

Dan kemudian manusia, insan, yang karena sifatnya selalu ingin mencari tahu, bertanya-tanya sendiri. Tiba-tiba keadaan terhenti itu diaktifkan dan dibangkitkan kembali, yang menyebabkannya bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
4. Pada hari itu bumi akan menyampaikan beritanya,

Segala sesuatu akan diungkapkan sebagaimana adanya. Tidak akan ada lagi persembunyian, tidak ada lagi rahasia dan perbuatan yang tersembunyi dalam diri kita. Wilayah amal akan dihilangkan dan tidak akan ada lagi kemungkinan apa pun untuk kita berpegang teguh pada lapisan-lapisan nafs kita yang sebelumnya dapat menyembunyikan banyak sekali rahasia.

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
5. Karena Tuhanmu akan mewahyukan kepadanya.

'Tuhanmu mewahyukan kepada bumi' berarti bahwa kemacetan kosmis ini sudah ditentukan dan bahwa hal itu akan terjadi pada saat yang tepat. Gempa bumi terakhir akan datang atas perintah sang Pemelihara, sang Pencipta. Hal tersebut telah ditentukan sebelumnya, karena segala sesuatu dalam realitas ini memiliki takdirnya sendiri dan semua takdir saling berhubungan, dan mereka dihubungkan oleh Kekuatan Halus yang tak kentara.

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
6. Pada hari itu manusia akan keluar dalam kelompok-kelompok untuk diperlihatkan segala amal perbuatannya.

Yashduru, dari shadara, yang berarti 'keluar, kedepan, berasal', dan 'membawa kembali'. Shadr berarti 'depan, dada', dan masbdar berarti 'sumber'.

'Amal berarti 'perbuatan', yang menunjukkan penjelmaan lahiriah dari niat-niat seseorang. Namun, saat yang dimaksud dalam ayat ini akan terjadi dalam wilayah amal. Menurut Alquran, dalam alam eksistensi ini di mana persoalan lahir (syariat) mempengaruhi persoalan batin (hakikat), pertama-tama kita memahami padatnya segala hal dan kemudian menyelidiki kehalusan realitas gaib mereka. Oleh karena itu, dalam alam ini yang padat meliputi yang halus.

Dalam pengalaman berikutnya akan terjadi kebalikannya: hal pertama yang akan kita lihat adalah unsur-unsur halus. Kita akan melihat segala niat kita dengan jelas dan siapa kita sesungguhnya. Ini tidak berarti bahwa seorang pematung secara tiba-tiba akan melihat semua patungnya berdiri di hadapan dia. Kita tidak akan melihat pekerjaan kita menurut pengertian itu, tapi yang kita lihat adalah hakikatnya. Nabi berkata, 'Amal hanya sesuai dengan niatnya.' Niat kita akan menjelma di dunia akan datang; kita akan melihat hati kita, yang pada saat sekarang kita takut sekali untuk memeriksanya. Kita akan melihat apa yang telah kita lakukan, apa niat paling dalam kita, dan motivasi sejati untuk semua perbuatan kita. Pada saat itu kita akan berhadap-hadapan dengan kebenaran mengenai apakah kita beramal dalam rangka mengenal Allah, atau sekadar untuk memenuhi tuntutan realitas dan menyenangkan orang lain.

وَمَن يَعمَل مِثقَالَ ذَرَّةِ خَيْرّاً يَرَهُ
7. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat atom, ia akan melihatnya,

Barangsiapa melakukan kebaikan sekalipun seberat atom dan berbuat dengan niat yang murni—fi sabil illah (di jalan Allah), karena Allah—akan melihat semua perbuatan baiknya di hadapan dia.

وَمَن يَعمَل مِثقَالَ ذَرَّةِ شَرّاً يَرَهُ
8. Dan orang yang mengerjakan amal keburukan seberat atom, ia akan melihatnya.

Segala sesuatu akan dibentangkan dengan seutuhnya. Dalam Alquran kita diberitahu bahwa yawm al-Qiyamah (Hari Pengadilan) setara dengan 50.000 tahun kita. Pada hari itu kita akan melihat segala sesuatu seakan-akan dalam gerak lambat. Bayangkan bahwa dalam keadaan marah seseorang memukul seorang anak kecil, dan seseorang lain secara diam-diam merekam kejadian itu. Bayangkan penderitaan yang akan dirasakan orang itu ketika melihat dan mendengar rekamannya ditayangkan lagi. Ini contoh tentang apa yang akan terjadi di kehidupan mendatang.

Logika sederhananya, bukan Tuhan yang murka akan tetapi banyak anak manusia yang tidak mampu jadi khalifah di bumi, jauh dari dzikrullah dan dengan sendirinya bumi pun dengan sifat alaminya mencari keseimbangan. 

Disisi lain, mungkin tidak kita sadari bahwa nilai kebenaran tengah mengalami erosi yang signifikan dan hal ini ditandai dengan masa-masa fitnah, kebodohan dan bercampurnya pemahaman manusia sehingga tidak mengenal lagi halal dan haram.

Padahal Baginda Nabi saw mengingatkan kita bahwa di akhir zaman manusia akan mengalami kejahilan yang akut..
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram." 
(HR Ahmad dan Bukhari)

8 Apr 2013

"Dakwah Itu, Bukan Tanggung Jawab Saya"

belajar usaha dakwah
Satu orang raja hendak mencari satu orang yang mau bekerja membersihkan taman dan kolam yang ada di belakang kerajaan. Singkat cerita dapatlah satu orang yang mau untuk bekerja membersihkan taman dan kolam. Raja pun berkata, setiap hari pekerjaanmu membersihkan taman dan kolam jangan sampai ada satu helei daun pun yang berserakan. Setiap pagi dan sore taman ini dibersihkan, sehingga siapa saja yang datang ketaman tersebut akan merasa kagum. Ketika sedang asyik membersihkan taman, satu orang putri raja yang masih kecil bermain-main ditaman tersebut. Anak tersebut pun perlahan bermain dipinggir kolam. Semakin kepinggir dan jatuh kedalam kolam. Hal ini dengan jelas dilihat oleh penjaga taman dan dia membiarkan saja dan akhirnya putri raja yang masih kecil ini pun mati didalam kolam.

Penjaga taman berkata dalam hatinya, tugas saya ini hanya membersihkan taman dan kolam. Menjaga dan menyelamatkan putri raja itu bukan tugas saya. Ngapain saya capak-capek menolong putri raja, itukan bukan tugas saya.

Kematian putri pun diketahui oleh raja. Raja bertanya, putri saya matinya dimana ? dijawab, di kolam renang. Raja berkata, panggil penjaga taman. Penjaga taman pun datang. Raja pun bertanya, adakah kamu tahu tentang kematian putri saya. Dengan pedenya penjaga taman berkata, betul raja saya melihat dengan jelas putri bermain di taman dan bermain di pinggir kolam. Didepan mata saya dia jatuh kedalam kolam dan mati. Menjaga dan menyelamatkan putri itu bukan tugas saya raja. Tugas saya kerjakan dengan baik. Taman bersih tidak ada satu kotoran pun dan kolam pun airnya bersih dan enak dipandang. Raja berkata, seret orang ini dan campakkan kedalam penjara.

Dengan enaknya kita berkata, saya sudah biasa shalat, puasa, sedekah untuk apa saya menyelamatkan manusia yang hendak jatuh kedalam kolam maksiat. Itukan bukan tugas saya. Tugas saya hanya shalat, puasa, sedekah dsb. Dakwah itu bukan tugas saya, bukan tugas saya. Allah SWT nanti akan berkata, seret dan campakkan orang ini ke dalam neraka. Setiap hari dia berjalan dengan enaknnya ke masjid untuk shalat berjamaah tetapi tetangganya yang hendak jatuh ke dalam kolam maksiat tidak pernah dia tolong.

Jadi kita jangan sudah merasa cukup karena sudah terbiasa shalat, puasa dan haji. Ada tanggung jawab besar lainnya yang ada di pundak kita yaitu dakwah Illallah. Dakwah ini tanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab ulama saja, tetapi tanggung jawab kita semua.

Menyelamatkan putri itu bukan tugas saya kata penjaga taman. Karena kebodohan kita, kita pun berkata,
“Dawah Itu Bukan Tanggung Jawab Saya”
“Dawah Itu Bukan Tugas Saya”

Didalam Al Qur'an
Masalah shalat tidak pernah diterangkan secara terperinci. Berapa rakaat shalat subuh, zuhur. Bagaimana tata cara shalat. Apa saja bacaan dalam shalat.
Begitu juga dengan puasa, zakat, haji tidak pernah dituliskan secara terperinci dalam Al Qur'an. Tetapi dijelaskan didalan hadits.

Tetapi amalan dakwah dituliskan secara terperinci dalam Al Qur'an. Mulai dari A sampai Z lengkap tertuliskan. Bahkan bukan satu dua kisah. Puluhan bahkan ratusan kisah dituliskan dengan baik di dalam Al Qur'an.
Karena ketinggian amalan seruan dakwah ini disisi Allah SWT maka Allah jelaskan dengan sangat detail didalam Al Qur'an, sayangnya banyak manusia yang menyepelekan akan amalan mulia ini.

“Dawah Itu Bukan Tanggung Jawab Saya”..???
“Dawah Itu Bukan Tugas Saya”...???

hmmmm...

Ya..! Bila Anda bukan Muslim tentu tak usah pikirkan hal ini..OK.

sumber: Grup FB Jamaah Gerak

2 Apr 2013

Dimana Ummat Muslim? Ini Fakta Yang Telah Digambarkan Allah dalam Al-Quran dan Terjadi Begitu Nyata di Negeri Palestina


Fakta 1 : 
Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.(Al-Maidah 82).

Ketika Al-Quran 14 abad yang lalu telah jelas menyatakan fakta bahwa Yahudi menyimpan permusuhan yang amat keras terhadap umat Islam, maka hari ini kita menyaksikan dengan jelas gambaran permusuhan itu begitu nyata di depan mata kita. Jika ’sekedar’ menghitung angka korban jiwa dan luka-luka mungkin belum mewakili  gambaran kebuasan mereka. Ada gambaran yang lebih buas dari hitungan angka-angka, saat Shadr seorang perempuan kecil berumur 4 tahun harus tewas menyongsong peluru tentara Israel di dadanya. Bahkan sang ayah tidak bisa menyelamatkan jasad putrinya, karena beberapa detik berikutnya datang sekumpulan anjing-anjing pelacak Israel untuk segera menyantap si kecil yang syahid itu. Seolah-olah tentara Israel itu memang membidikkan pelurunya untuk berburu makanan bagi anjing peliharaannya.

Gambaran lain tak kalah mengerikannya adalah saat tubuh-tubuh yang tak bernyawa di tengah jalan harus remuk terlindas oleh tank-tank zionis yang bergerak memasuki gaza. Begitu pula penggunaan senjata fosfor putih oleh tentara Israel yang tidak pernah ditemukan dalam kamus kekejaman bangsa lainnya. Adakah kebiadabaan manusia yang melebihi gambaran di atas ? Fakta Al-Quran tentang kebengisan Yahudi ini membuat kita sadar, bagaimana cara terbaik menghadapi Zionis Israel.

Kemudian dalam ayat yang lain Allah SWT memberitahukan kepada Rasulullah SAW tentang karakter Yahudi : ” (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya”). (Al-Anfal 56). Inilah fakta lain tentang Yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah Yahudi dalam Siroh Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan penghianatan.

Fakta 2 : 
Adanya kaum muslimin yang terusir dan terbunuh di Palestina karena keyakinan mereka berislam. Allah SWT berfirman : .. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah.” (QS Haj 40).

Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya ‘hanya’ karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina hari ini –dan sejak setengah abad yang lampau- adalah bukti riil fakta al-Quran di atas. Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Zionis Israel. Maka merekapun bertahan, merekapun melawan, mempertahankan sejengkal tanah kemuliaan Islam dari jajahan zionis. Karena semua alasan mulia itulah hari ini banyak warga Palestina meregang nyawa.

Fakta 3 : 
Adanya Skenario Global di balik konflik Palestina . Allah SWT berfirman : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqoroh 120)

Dibalik fakta keangkuhan Israel hari ini, adalah karena adanya dukungan setia Amerika. Bahkan kita lihat titik balik keberadaan negara Israel di Palestina, adalah karena kebaikan hati Inggris kepada kaum Yahudi, sekaligus kebencian mereka terhadap Islam. Dua negara besar ini selalu konsisten mendukung Zionis Israel. Bukan hanya teknis persenjataan yang selalu disuplai, tetapi juga kebijakan-kebijakan perdamaian dan juga ‘ pengkhianatan’ perdamaian yang selalu diamankan oleh Amerika. Resolusi PBB untuk gencatan senjata sepekan lalu–dengan abstainnya Amerika- adalah salah satu keajaiban dunia yang menyalahi sejarah konsistensi dukungan Amerika terhadap Israel.

Biasanya Amerika akan dengan mudah memveto setiap kebijakan yang merugikan zionis, adik tirinya tersebut. Tapi tidak ada yang berubah dari Amerika, berita hari ini menyebutkan pertemuan dua Menlu AS-Israel ; Condolize Reece dan Tzipi Livni yang mengukuhkan kesepakatan untuk menghalangi sekuat tenaga masuknya dukungan persenjataan ke Palestina. Jadi, tidak ada yang salah dengan fakta Al-Quran.

Fakta 4 : 
Adanya Benih-benih kemunafikan yang mengganggu perjuangan Jihad. Allah SWT berfirman : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu…”(Al-Hasyr 11)

Fakta Al-Quran dan juga fakta sejarah kenabian selalu mengingatkan kita adanya bahaya dari dalam. Jangankan hari ini saat umat Islam dalam kondisi lemah dan terpecah, bahkan di barisan pasukan Rasulullah SAW di Madinah pun bercokol sekelompok munafik yang terus

aktif menghasut dan menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Masih ingat bukan peperangan Uhud, saat 300 dari 1000 pasukan rasulullah SAW membelot mundur ke Madinah karena kecewa dengan keputusan Rasulullah SAW ?

Maka hari ini kita menyaksikan adanya dua negara arab besar yang memboikot KTT darurat Liga Arab di Dhoha, Qatar yang sedianya direncanakan menghasilkan keputusan yang ‘keras’ dan efektif untuk menghentikan kebiadaban Israel. Adakah ungkapan yang lebih halus untuk mengganti kata ‘kemunafikan’ bagi kedua bangsa tersebut ?.

Belum lagi masalah perbatasan Rafah yang masih saja ditutup oleh pemerintah Mesir. Sehingga dukungan kemanusiaan, apalagi mujahidin dan persenjataan tidak bisa menjangkau Gaza. Kisahnya sangat berkebalikan dengan yang terjadi di Afghanistan saat melawan Uni Soviet duapuluh tahun yang lampau, saat Pakistan membuka perbatasannya untuk masuknya mujahidin dan persenjataanya ke Afhanistan.

Hari ini pemerintah Mesir menjadi ‘bemper’ pelindung Zionis Israel dari masuknya solidaritas muslim internasional. Begitu pula saat bicara dengan pemimpin-pemimpin Arab, Husni Mubarok sekuat tenaga meyakinkan teman-temannya untuk tetap lunak pada Israel. Tanpa sadar, nampaknya presiden ‘Husni Mubarok’ ingin mengulangi kelakuan Abdullah bin Ubay yang mati-matian membela Yahudi Bani Qainuqo’ saat Rasulullah SAW akan memberikan sanksi atas pengkhianatan yang mereka lakukan pada konstitusi Madinah. Nah, adakah ungkapan yang lebih halus dari kemunafikan’ untuk menggambarkan sikap tersebut ?

Fakta 5 : 
Ada banyak kaum banyak kaum muslimin lemah tidak berdaya . Ada perubahan besar terjadi pada gaya hidup sebagian besar kaum muslimin paska tumbangnya kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Banyak negara muslimin dijajah oleh negara-negara Barat dan penduduknya pun mulai mengadopsi pemikiran dan gaya hidup Barat yang materialis. Akibatnya, cinta harta dan dunia mulai mengakar dalam kehidupan kaum muslimin.

Pada saat itulah, jihad yang membentengi kemuliaan Islam mulai tergerogoti. Al-Quran telah menggambarkan fakta tersebut dengan jelas .. Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit” ( At-Taubah 38 )

Kelemahan inilah yang segera ditangkap oleh musuh-musuh Islam. Mereka kini lebih berani dalam menganiaya dan menginjak-injak negeri Islam karena merasa ‘aman’ dengan lemahnya semangat kaum muslimin dalam berjihad. Lihat saja penyerangan secara sistematis pada negeri muslim dalam dua warsa terakhir ini. Dari mulai Afghanistan, Irak, Palestina, hingga negara-negara yang masuk dalam daftar tunggu penyerangan seperti ; Iran, Sudan dan Suriah.

Gambaran seperti inilah yang juga terjadi di Palestina, keangkuhan Israel dalam membombardir Palestina dengan penuh percaya diri, salah satunya karena mereka yakin tidak ada satu negara muslim pun yang berani mengirimkan pasukannya membela Palestina atas nama jihad. Negara-negara muslim dalam kondisi lemah dan takut menghadapi balasan Amerika dan sekutunya face to face. Akhirnya Israel melenggang begitu nyamannya dalam menebar bom cluster di bumi Palestina. Tidak ada pembelaan dari negara-negara muslim tetangganya. Hizbullah Libanon pun malu-malu untuk mengirimkan roketnya ke wilayah Israel. Bahkan Iran yang sempat ‘berkoar-koar’ pun belum sekalipun mengarahkan roketnya ke Israel. Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Mujahid pun harus berdiam diri karena sibuk dengan konflik Darfur yang juga disutradari Amerika.

Inilah kenyataan hari ini, dan ini pulalah yang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, bahwa umat Islam akan menjadi santapan bangsa-bangsa lain di akhir zaman. Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan banyak, tapi bagaikan buih yang terombang ambing lemah tak berdaya. Semua ini karena umat Islam terjangkiti sindrom wahn, yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : ” Cinta dunia dan takut mati ” (HR Abu Daud)

Fakta 6 : 
Ada kelompok yang senantiasa mengusung tinggi jihad untuk menegakkan kalimatullah tanpa ragu dan gentar. Allah SWT berfirman : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (QS Al Ahzab 23).

Al-Quran, menyebutkan fakta akan adanya golongan yang senantiasa ’setia’ untuk memperjuangkan kejayaan Islam. Bahkan meskipun diantara mereka banyak yang telah berguguran, tidak sedikitpun membuat komitmen mereka untuk berjihad mundur dan luntur. Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa Hamas tampil sebagai gambaran riil fakta Al-Quran tersebut. Tuduhan organisasi teroris tidak membuatnya gentar sejengkalpun. Pemborbardiran Zionis Israel disambut dengan perlawanan sekuat tenaga. Petinggi Hamas Kholid Meshal dalam banyak kesempatan senantiasa mengulang-ulang sikap Hamas yang tidak akan mundur dalam mempertahankan Gaza. 

Posted by Muhammad Ismail