Widget edited by Blog Mas Hanif

Teks Berjalan

...< TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGUN ANDA, SEMOGA ADA KEBERKAHAN DARI BACAAN INI...AAMIIN ALLAHUMMA AAMIIN ...>
Tampilkan postingan dengan label solat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solat. Tampilkan semua postingan

29 Mar 2013

SHOLAT PERTANDA KITA INGIN DIPANDANG TUHAN KITA, ALLAH TA'ALA


Sahabatku YANG MULIA.. 
Semoga sahabat dan keluarga, semuanya istiqamah selalu digerakkan Allah bisa melaksanakan sholat 5 waktu tepat waktu dan tepat tempat. Aamin. 

Mari, se-miskil apa pun, se-maksiat apa pun akhlaq kita. Kita ber-mohon agar SHOLAT 5 WAKTU, JANGAN sampai DISEPELEKAN dan SENGAJA DITINGGALKAN. Karena AMAIL itu, tabungan amal terpenting dan utama yang akan ditanyakan pertama kali ketika berjumpa dengan TUHAN KITA. Anda YAKINI SAJA bahwa itu adalah JALAN SELAMAT. 

Jangan coba mempertanyakan buat apa sholat? Terkadang karena kejahilannya orang dengan lantang mengucap." sholat sih sholat, maksiat jalan terus-STMJ tuuh". Nah, untuk hal ini biarlah Allah yang jiwa dan raga kita ada dalam genggaman-Nya mengatur hidup dan kehidupan kita. 

Ingatlah,apa kita tidak iri..? 
Bahwa seorang istri Fir'aun saja (pen-Siti Asiyah) bisa masuk sorga, padahal si Fir'aun itu diabadikan Allah sebagai manusia pembangkang yang sempurna dan sangat dimurkai Allah Azza Wajalla sampai semua orang menyaksikan kehinaannya hingga hari kiamat. 

Mengapa bisa demikian? 
Karena istri Fir'aun tersebut,dia istiqamah dan ainnul yaqin dengan pilihan ke-Imanan yang dia pegang teguh hingga kematian di lewat angkara murka suaminya. 

Sholat pertandan bahwa dia itu Muslim ber-Iman ! Bila Anda tidak sholat..? Apa ada garansi dan yakin bisa masuk surga ? 

Coba tanya Nabi Anda kelak. Adakah Nabi yang tak pernah mengajarkan orang untuk TIDAK SHOLAT..Nah ini PR kita semua..OK. 

Semoga Anda dipilih Allah dan dimudahkan dalam memenuhi seruan sholat 5 waktu. 
Aamiin Allahumma Aamin.. 

Wallahu'alam bish shawab 

DOA AGAR PRIBADI DAN JUGA KELUARGA KITA ISTIQAMAH MELAKSANAKAN SHOLAT 5 WAKTU


Shalat wajib lima waktu adalah rukun Islam yang kedua. Ia merupakan rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat. Ia menjadi pemisah antara seorang muslim dan seorang kafir. Seorang muslim akan melaksanakan shalat wajib lima waktu secara rutin sampai akhir hayatnya. Ia hanya memiliki dua keadaan; shalat saat masih hidup dan dishalatkan saat ia meninggal.

Sayangnya shalat wajib lima waktu pada zaman sekarang banyak dilalaikan oleh sebagian kaum muslimin. Sibuk, malas, mengantuk, tak ada kawan, jauh dari masjid dan seabrek alasan lainnya diajukan untuk membela sikapnya yang meninggalkan shalat lima waktu. Jika ia seorang ayah atau suami, malas mengerjakan shalat lima waktu tersebut bisa jadi akan menular kepada istri dan anak-anaknya. Jika hal itu yang terjadi, sungguh dia telah menjadi bibit penyakit buruk yang menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Untuk itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk senantiasa memohon kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai kesadaran, kekuatan dan keistiqamahan dalam melaksanakan shalat lima waktu. Terlebih, shalat lima waktu secara berjama’ah di masjid pada awal waktunya. Seorang ayah dan suami sangat perlu untuk melantunkan doa tersebut, agar tidak dirinya saja yang dikaruniai keistiqamahan, melainkan juga istri dan anak keturunannya.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, bapaknya para nabi dan rasul, telah mengajarkan kepada kita doa memohon keistiqamahan shalat wajib bagi diri pribadi dan anak keturunannya. Sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Wahai Rabbku, jadikanlah aku orang yang senantiasa mendirikan shalat dan juga anak keturunanku. Wahai Rabb kami, terimalah doa kami.” (QS. Ibrahim [14]: 40)

Mendirikan shalat dalam ayat yang mulia ini tentu bukan sekedar mengerjakan shalat wajib semata. Mendirikan shalat adalah mengerjakan shalat wajib dengan memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun, sunnah-sunnah dan adab-adabnya. Shalat wajib dikerjakan secara berjama’ah di masjid pada awal waktunya dan dilakukan dengan penuh kekhusyukan. Lebih dari itu, dilengkapi dengan shalat-shalat sunnahnya.

Doa nabi Ibrahim ‘alaihis salam ini mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang shalih dan juga “menshalihkan” istri dan anak-keturunan kita. Apakah kita telah istiqamah menjaga shalat wajib kita? Apakah istri dan anak-keturunan kita telah istiqamah menjaga shalat wajib mereka? Ingatlah, kelak di hari kiamat semua hal itu akan ditanyakan kepada kita selaku ayah dan suami yang bertanggung jawab atas keshalihan istri dan anak-keturunan kita. Wallahu a’lam bish-shawab. (muhib almajdi) 

Sumber: Media Islam

24 Mar 2013

JANGAN MENYEPELEKAN SHALAT BERJAMAAN,INILAH ANCAMANNYA..!


Dalam hadits Nabi saw., disebutkan :


"Kemudian, aku mengajak mereka membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak mendatangi shalat. Lalu, aku bakar rumah mereka dengan api” 
(HR.Bukhari dan Muslim).

Disini Nabi saw menyatakan akan membakar rumah orang yang tidak mendatangi shalat berjamaah Subuh dan Isya' di Masjid.

Maknanya apa..?

  1. Nabi mengingatkan kaum muslim untuk selalu ingat Masjid sebagai rumah pertama dan melaksanakan Shalat Berjamaah. Kelak "Rumah dan Diri" si Pemalas / Munafik Akan dibakar oleh JAHANAM dan secara tidak langsung Rasulullah saw. mendo'akan akan kehancuran bagi orang yang menjauhkan diri dari shalat berjamaah di masjid/musholla.
  2. Bila si munafik terus memelihara kemalasannya dan kesombongannya untuk memenuhi undagan Allah (lewat muadzin) guna mendatangi Masjid atau tempat Shalat Berjamaah, maka " Seluruh Rumah dan Harta Bendanya akan habis " entah terbakar, entah dibakar, entah hilang, entah bangkrut, entah hancur karir dan usahanya, entah dicuri atau pun dirampok. (Ini isyarat dari perkataan Khalifah Umar Bin Khattab pada saat beliau jadi Khalifah menggantikan Abu Bakar as-Shidiq)).
Lewat peringatatan tersebut  bagi si pembangkang munafik : 
"SIAP-SIAP BERTEMU KEHANCURAN DUNIA DAN BERTEMU PANASNYA JAHANAM BILA MENJAUHKAN DIRI DARI MASJID."

Inilah hadits yang dimaksud di atas tersebut :

عَنْ أَبِـي هُرَيْرَةَ قَالَ، قَالَ رَسُـولُ اللهِ:
 إِنَّ أَثْـقَلَ صَـلاَةٍ عَلىَ الْمُنَافِـقِينَ صَـلاَةُ الْعِـشَاءِ وَصَـلاَةُ الْفَـجْرِ، وَلَوْ يَعْلَـمُونَ مَا فِيـهِمَا َلأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَـبْوًا، وَلَقَدْ هَمَـمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّـلاَةِ فَـتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُـلاً فَيُصَـلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْـطَلِقَ مَـعِي بِرِجَالٍ مَعَـهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَـطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَيَشْـهَدُونَ الصَّـلاَةَ فَأُحَـرِّقَ عَلَيْـهِمْ بُيُوتَـهُم) {بِالنَّارِ

Dari sahabat Abu Hurairah r.hu dia berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik, adalah shalat isya’ dan subuh [berjamaah]. Kalau saja mereka tahu apa yang ada pada keduanya. Mereka bakalan mendatanginya walaupun sambil merangkak. Dan, aku telah berencana untuk memerintahkan shalat seorang laki-laki bersama orang-orang. Kemudian, aku mengajak mereka membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak mendatangi shalat. Lalu, aku bakar rumah mereka dengan api” (HR.Bukhari dan Muslim).