Widget edited by Blog Mas Hanif

Teks Berjalan

...< TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGUN ANDA, SEMOGA ADA KEBERKAHAN DARI BACAAN INI...AAMIIN ALLAHUMMA AAMIIN ...>
Tampilkan postingan dengan label eramuslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eramuslim. Tampilkan semua postingan

3 Apr 2013

Ucap Pastur Rusia, " SAAT INI KAUM MUSLIMIN AKAN MEWARISI DUNIA DAN MENGISINYA."


Seorang Pastur di Rusia mengakui, dalam sebuah Video yang tersebar di internet, bahwa masa depan adalah milik kaum muslimin, mereka akan mewarisi dunia ini dan mengisinya.”

Pastur Rusia tersebut menyebutkan bahwa alasan dibalik semua itu adalah karena ketekunan mereka dalam menyembah Allah sepenuhnya, ia mengatakan,”ketika melaksanakan Sholat Ied, Kaum Muslimin “meneror” lalu lintas dari lingkungan mereka, dan ribuan orang sujud merendah diri dihadapan Tuhannya.”
Pastur melanjutkan,”pemandangan ini yang telah hilang dari kita” dan kita tidak melihat kecuali hanya orang tua yang pergi ke gereja.”

Dalam pengakuannya tersebut, Pastur menceritakan seorang wanita Rusia bercerita tentang supir taksi Muslim, ia mengatakan: ”Supir taksi muslim tidak mengambil bayaran dari saya dan ia mengatakan kepada saya: “anda seperti ibu saya dan seorang anak tidak mengambil dari ibunya sesuatu pun terutama ketika dia pergi berdoa.” Sementara jika supir taksi kristen ia akan mengambil bayaran dan mengatakan:” ini sudah menjadi pekerjaan saya.”

Baca lengkap dizilzaal.blogspot

29 Mar 2013

DEMI KEJAYAAN ISLAM, WANITA TUA ITU TURUN KE MEDAN JIHAD DI JALALABAD



Kisah-kisah para pejuang Islam senantiasa menggetarkan hati-hati kita karena keberanian, keteguhan, dan pengorbanan mereka untuk Allah dalam Jihad Fi sabilillah.

Kisah ini adalah kisahnya nyata tentang seorang Muslimah Arab, seorang ibu, yang kemudian menjadi seorang Mujahidah hebat di Afghanistan demi membela Agama Allah ketika Uni Soviet (Rusia) menjajah tanah Khurasan (Afghanistan).

Kisah ini diceritakan dalam bahasa Arab oleh puteranya (yang juga seorang Mujahid), barangkali banyak orang telah membaca membaca kisah ini, tetapi semangat mengharukan dari kisah Mujahidah ini tetap hidup, semoga kita dapat menjadikannya sebagai tauladan, berikut terjemahan kisahnya:
***
Tinggal di Makkah, rumahku sangat dekat ke Baitullah. Sangat dekat sehingga kami dapat mendengar Adzan amat jelas. Aku terinpirasi oleh Barat dan jatuh menjadi korban propaganda mereka. Layaknya orang-orang Arab lainnya (orang Arab yang terjebak dalam kelalaian -red), aku tetap tuli terhadap tangisan manusia yang tertindas.

Aku mengagumi gaya orang kafir Barat. Setelah menyelesaikan pendidikanku, aku mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan penerbangan dan aku memutuskan untuk tinggal di London. Setelah beberapa waktu, aku kembali untuk menikah. Aku sibuk dalam mempersiapkan pernikahan pada saat temanku memberitahuku bahwa pertempuran antara Islam dan Kufur telah dimulai di Afghanistan dan Soviet telah datang dengan semua kekuatan mereka untuk memadamkan cahaya Allah. Soviet membunuh dan merampok. Pada saat itu telah datang bagi kaum Muslimin untuk bersatu dan memerangi kekuatan kafir ini dan bersiap untuk Jihad fi Sabilillah.

Aku terkejut mendengar kata-katanya. Aku telah buta dengan kemewahan dan pertempuran melawan orang-orang kafir bertentangan dengan pikiranku secara total. Bangsa yang telah menunjukkan kepada kita jalan kemajuan mengapa kita harus memeranginya? Aku mengatakan kepada teman Mujahid ku, mungkin kau telah marah?. Aku kembali ke rumah dan mengatakan berita ini kepada ibuku.

Saat aku menceritakan kepadanya, aku memandang wajahnya. Aku terkejut melihat ia menangis. Aku bertanya kepadanya mengapa ia menangis. Ia mengatakan kepadaku dengan sedih:

”Demi Allah, bawa aku ke Afghanistan, aku ingin menjadi Syahidah di jalan Allah. Kalimat ibuku itu seperti petir menyambarku.” Aku merasakan kemuakan yang kuat dalam diriku sendiri. Wajah-wajah para ibu yang begitu banyak yang telah menjadi korban penindasan oleh orang-orang kafir karena kelalaianku mulai terbayang-bayang di mataku. Aku dapat melihat tangan-tangan lemah mereka di dekat leherku. “Bawa aku ke Afghanistan” suara ibuku mengjejutkanku kembali. Aku berkata kepada ibuku tercinta “Ibu sayang, kau tidak perlu pergi ke sana, aku siap berkorban atas namamu.”

Ia menjawab dengan tegas, “Aku ingin melibatkan diriku sendiri.”

Aku mendapati diriku tak berdaya di hadapan ketegasannya. Kemudian kami memutuskan bahwa aku yang akan pergi ke sana pertama dan mengatur tempat untuk tinggal dan hal-hal lainnya dan kemudian kembali membawa ibuku. Ibuku sangat setuju.

Setelah sampai Pakistan, aku mengatur sebuah tempat untuk tinggal dan kembali untuk membawa ibuku bersamaku ke Peshawar. Aku menemukannya berada di rumah sakit dan menurut para dokter, ia berada di tahap akhir hidupnya. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku telah datang untuk membawamu untuk Afghanistan. Mendengar ini, arus listrik langsung mengalir di tubuhnya dan semua sakit itu menghilang.

Hari berikutnya, aku terkejut melihat bahwa ibuku yang hebat menjual semua properti dan perhiasannya untuk menginfakkannya kepada Mujahidin. Aku meninggalkan saudara-saudaraku menangis dan pergi bersama ibuku ke Peshawar.

Saat tiba di Peshawar, ia pun semakin resah untuk mencapai front (medan tempur). Ketika aku meminta Amir untuk mengizinkan ibuku untuk berpartisipasi, ia (Amir) memutuskan untuk berbicara sendiri kepada ibuku. Melihat Amir, ibuku menjadi sangat-sangat gembira dan menyerahkan semua uang kepadanya. Amir mengatakan kepada ibuku bahwa itu cukup darinya dan pergi ke front tidak sesuai untuknya. Ia (ibu) tidak berani menentang Amir tetapi ia menjadi amat sedih. Sehingga ia pergi dan aku tetap tinggal dengan niat tetap di front selama sisa hidupku.

Hanya dalam waktu singkat berlalu, aku diberitahu bahwa ibuku sangat sakit dan menangis setiap saat karena kecintaan terhadap kesyahidan dan bahwa ia mencapai Islamabad pada tanggal sekian dan sekian. Aku pergi ke Islamabad. Keadaan emosional ibuku telah menyeretku ke dalam kegelisahan. Ia berkata kepadaku bahwa saat ini ia datang untuk berkorban untuk kejayaan Islam dan tidak ada niat untuk kembali. Aku membawa ibuku itu ke front Jalalabad. Ibuku sangat bahagia sehingga air matanya tidak berhenti. Pada hari itu orang kafir pasti bergetar. Tangan-tangan lemah dari wanita tua ini Nampak begitu kuat.

Kami tiba di front Jalalabad (salah satu kota di Afghanistan -red). Semua Mujahidin muda mulai meneriakkan slogan-slogan antusias karena melihat seorang wanita tua berperang demi kejayaan Islam. Beberapa momen tidak akan pernah dapat dilupakan. Mereka menjadi bagian dari sejarah era muslim.

Ibuku baru saja tiba di front ketika musuh-musuh Islam mulai menembakkan mortir-mortir untuk memadamkan cahaya Islam. Mereka yang mengambil bagian dalam Jihad mengetahui bagaimana bahagianya momen seperti itu bagi seorang Mujahid. Jadi, Mujahidin membawa ibuku yang tua untuk melawan yang disebut “Super Power”.

Ia meneriakkan Bissmillah dan Allahu Akbar untuk menempatkan mortir di meriam dengan ucapan Takbir, ia akan menembakkannya kepada musuh. Lima jam ini bagaikan bencana bagi orang-orang kafir. Seperti biasa, pesawat-pesawat Rusia membalas dengan membom daerah itu dengan pesawat-pesawat mereka. Oleh karena itu, semua Mujahidin meninggalkan bunker mereka, tetapi wanita Mujahidah ini tetap berdiri di tengah medan pertempuran. Ia mengangkat tangannya untuk berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’la, “Ya Allah, karuniakan aku kesyahidan.”

Dalam waktu yang salama ia berdiri di sana berdo’a untuk memohon kesyahidan. Kemudian ia berdo’a seperti ini, “Ya Allah, jika engkau tidak menuliskan kesyahidan dalam takdirku maka berikan aku sebuah luka di jalanMu. Aku tidak ingin bertemu dengan-Mu tanpa bekas apapun dari Jihad di hari Kiamat.”

Do’anya dijawab, dan wanita hebat ini mendapatkan hadiah cedera di jalan Allah, ia kembali ke rumahnya dengan sangat bahagia.

***
Diterjemahkan dari versi Inggris yang diterbitkan AMEF, “A Great Lady in the Battle of Jalalabad”-arrahmah

25 Mar 2013

REFLEKSI DEMOKRASI; BROBROKNYA SEBUAH SISTEM TATANAN HIDUP MANUSIA



Berbicara tentang Demokrasi seakan berbicara masalah ujicoba atau rekayasa pikir manusia. Demokrasi adalah dien yang memiliki pandangan tersendiri mengenai alam nyata, kehidupan, dan manusia. Ia menjadi penopang paham sekulerisme yang berdiri di atas prinsip pemisahan dien dari Negara dan kehidupan. Apa saja yang diperuntukkan bagi Allah maka ia milik Allah, yakni masjid, gereja, dan tempat tempat ibadah lainnya; sedangkan seluruh urusan dan bidang kehidupan selainnya, baik bersifat umum maupun khusus, adalah milik kaisar (raja/presiden).


Kaisar (raja/presiden) memiliki kebebasan intervensi terhadap hak hak khusus Allah Ta’ala jika ia menghendakinya. Sebaliknya , Allah tidak berhak sedikit pun untuk ikut campur dalam hak hak kaisar (raja/presiden).

Upaya apa saja yang menentang prinsip tersebut, maka dalam waktu singkat akan segera menuai tuduhan politisasi agama atau membawa-bawa agama ke dalam politik praktis, ataupun sebaliknya. Lebih keras lagi akan dituduh menyebarkan paham fundamentalisme dan terorisme…!!!

Allah Ta’ala berfirman :

“Lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka,”ini untuk Allah dan ini untuk berhala berhala kami,” Maka saji sajian yang diperuntukkan bagi berhala berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala berhala mereka. Amat buruklah apa yang mereka tetapkan itu. ( QS Al An’am :136)

Di antara kebobrokan dari demokrasi adalah :
  1. Rakyatlah yang menetapkan hukum untuk dirinya sendiri. Maksudnya, yang membuat undang undang dan untuk ditaati dalam demokrasi adalah manusia, dan bukan Allah…!
  2. Kebebasan berkeyakinan, bahkan meskipun murtad sekalipun tidak ada masalah…!
  3. Kebebasan berekspresi, bahkan tidak masalah sekali pun bila pada kadar tertentu mencela dan melecehkan agama Allah. Karena dalam pandangan demokrasi, tidak ada sesuatu pun yang tidak bisa dikritik, digugat dan dipertanyakan atau diprotes…!
  4. Kebebasan individu dan pengertian bebas nilai (cenderung berkebebasan amoral/ kebinatangan). Dalam naungan demokrasi, seseorang bebas melakukan perbuatan dan mempratikkan gaya hidup apa saja, selama tidak menyelisihi undang undang positif mereka…!
  5. Menyandarkan keputusan pada hasil suara terbanyak dan mengkultuskan apa saja yang menjadi hasilnya, sekali pun hasilnya batil dan jahil…!
  6. Menyandarkan pada mekanisme pemungutan suara dalam pemilihan segala sesuatu, meskipun itu terhadap dien Allah Ta’ala,disaat yang sama membunuh musyawarah mufakat..!
  7. Menyamaratakan hak antara manusia yang paling baik dan paling berilmu dengan manusia yang paling keji dan paling bodoh dalam memilih pemimpin.
  8. Menyandarkan pada sistem kapitalisme,liberalisme dan berbagai kenyelenehannya dalam bidang ekonomi untuk menggiring manusia menjadi hedonism dan konsumtif (israf).
  9. Kebebasan membentuk partai, lembaga politik, dan organisasi lainnya, apapun keyakinan dan pemikiran dari tujuan partai dan lembaga-lembaga politik tersebut.
Jelaslah sudah bahwa yang disembah dan di taati dalam pandangan demokrasi adalah memelihara manusia dan hawa nafsunya. Di antara bentuk ghuluw para penganut dien baru ini adalah mereka yang menggariskan loyalitas dan permusuhan di atasnya. Genderang perang ditabuh dan perdamaian disepakati karenanya. Siapa yang sudi masuk didalamnya maka mereka akan berdamai dengannya dan menyerahkan loyalitas kepadanya. Namun siapa yang menolak, mereka tak segan memusuhi dan memeranginya.

Demokrasi adalah induk Thagut yang melahirkan thagut-taghut baru untuk disembah selain Allah. Meskipun demikian, manusia masuk ke dalamnya sebagaimana memeluk agama. Mereka berhakim kepadanya dan memuji-mujinya tanpa sedikitpun merasa berat hati. Tiada seorangpun yang bisa selamat dari keburukan ini kecuali orang yang di rahmati Allah, dan jumlah mereka begitu sangat sedikit ! 


 - Abu Bashir -