Widget edited by Blog Mas Hanif

Teks Berjalan

...< TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGUN ANDA, SEMOGA ADA KEBERKAHAN DARI BACAAN INI...AAMIIN ALLAHUMMA AAMIIN ...>
Tampilkan postingan dengan label kunci bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kunci bahagia. Tampilkan semua postingan

23 Apr 2013

Info Kesehatan: Lewat Penelitian Khitan Ternyata Turunkan Risiko HIV Hingga 50 Persen.


Dr. Lance Price dari George Washington University meneliti sampel dari khitan massal yang dilakukan di Uganda beberapa waktu lalu. Dari hasil tersebut diketahui bahwa satu tahun pasca dikhitan, jumlah bakteri yang ada di penis partisipan menurun drastis dan prevelensi bakteri anaerob juga ikut berkurang.

Baru-baru ini sebuah studi baru di Amerika Serikat menyebutkan bahwa proses pembuangan kulup penis tersebut dapat menurunkan risiko HIV atau penyakit seksual menular lainnya sebesar 50 persen.

Peneliti beranggapan bahwa pembuangan kulup penis tersebut dapat mencegah bakteri berkembang biak di bawah kulup.

Seperti diketahui bahwa bakteri yang berkembang biak dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan pada daerah kemaluan.

“Ketika kulup penis dihilangkan jumlah oksigen yang ada di penis meningkat dan kelembaban penis pun berkurang. Ini berarti terjadi perubahan ekosistem di penis sehingga penis tidak menjadi sarang penyakit,” ungkap Dr. Lance Price, seperti dilansirDaily Mail.

Dampak pengambilan kulup penis terhadap penurunan risiko HIV masih diteliti lebih lanjut. Jika benar-benar terbukti, maka peneliti akan menyarankan semua pria agar dikhitan untuk menurunkan risiko terpapar virus HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

sumber info: vemale

26 Mar 2013

Rizki Bisa Menghampiri Kita Begitu Cepat



Banyak manusia merasa khawatir dalam mencari rezeki karunia Allah Swt. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menggadai diri dan menghinakan martabat.

Banyak manusia merasa khawatir dalam mencari rezeki karunia Allah Swt. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menggadai diri dan menghinakan martabat. Kondisi dunia modern yang sarat persaingan dan pergulatan menuntut mereka untuk lebih berjibaku dalam mencari nafkah berupa karunia Tuhan. Betapa banyak setiap pagi hari di belahan bumi manapun didapati wajah-wajah penuh ketegangan dan kepanikan yang memancarkan rona khawatir dalam mengais rezeki di pagi hari. Seolah mereka tiada memiliki Tuhan yang Maha Kaya Yang Mampu menjamin rezeki setiap hambaNya. Dialah Allah, Ar Razzaq Sang Pemberi Rezeki.

Hal yang sering luput dari diri manusia zaman modern ini adalah keimanan dan keyakinan bahwa Allah Swt telah menjamin rezeki dan nafkah setiap hambaNya. Karena keyakinan ini semakin memudar, maka setiap individu bergulat dan berkutat dalam kehidupan dunia demi memenuhi kebutuhan hidup belaka.

Dalam kitab Mirqaat al Mafatiih terdapat kutipan pernyataan Al Qusyairi yang mengatakan, “Seseorang yang mengetahui bahwa Allah itu adalah Sang Pemberi Rezeki, berarti ia telah menyandarkan tujuan kepadaNya dan mendekatkan diri dengan terus bertawakal kepadaNya.”

Pernyataan Al Qusyairi ini penting untuk diyakini bahwa memang kunci mendapatkan rezeki adalah dengan mendatangi Sang Pemilik rezeki yaitu Ar Razzaq! Sebab dengan mendatanginya maka segala kebutuhan akan terpenuhi.

Apakah kita belum pernah mendengar hadits yang amat masyhur ini:

Hai manusia, jika dari generasi pertama sampai terakhir, baik jin dan manusia berkumpul dalam satu tempat untuk meminta kepadaKu, lalu masing-masing orang meminta untuk dipenuhi kebutuhannya, niscaya hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun dari kekuasaanKu, kecuali hanya seperti jarum yang dicelupkan di laut. HR. Muslim

Ini semua bukanlah demi menafikan sebuah ikhtiar mencari nafkah atau bekerja. Tetap saja bekerja adalah sebuah prasyarat mulia untuk mendapatkan nafkah, dan para nabi manusia terhormatpun tetap melakukannya. Namun tekanan yang terpenting dalam mencari rezeki dan nafkah adalah ketaatan kepada Allah Sang Pemberi rezeki.

Dalam kitab Shahih Al Jami’ disebutkan sebuah hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi, “Sesungguhnya malaikat Jibril menghembuskan ke dalam hatiku bahwasanya jiwa hanya akan mati sampai tiba masanya dan memperoleh rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah, carilah nafkah yang baik, jangan bermalas-malasan dalam mencari rezeki, terlebih mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan apa yang dicarinya kecuali dengan taat kepadaNya.”

Sebab itu usahlah panik dalam mencari karunia Allah Swt berupa rezeki. Yakinilah bahwa rezeki itu datang, bahkan kedatangannya menghampiri diri kita begitu cepat.

“Sesungguhnya rezeki itu akan mecari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.” HR. Thabrani

Semoga Allah memberkahi rezeki & hidup kita bersama. Amien!

Oleh: Ustadz Bobby Herwibowo